Sore di Hari terakhir sebelum puasa, saya berziarah ke makam ayah saya seorang diri :) maklum saya hanya tinggal sendiri.. Lupakan!!
Suasana makam sedikit ramai. Orang-orang ini mempunyai kebiasaan datang ke kuburan sebelum memasuki bulan ramadhan untuk membersikan sekaligus berdoa di sana dengan ramai dan berbondong memanjatkan doa pada kerabat keluarga yang telah tiada.
pemakam itu menjadi tak terlihat angker karena bersih dan terawat,
meski tidak ada yang secara pribadi mengurus dan menjaga pemakaman ini.
Saat itu saya duduk pada dingklik kecil yang dibawanya untuk membaca doa didepan makam ayah saya, kalau makam ibu saya jauh dari daerah saya dan saat ini pun belum ada uang untuk mudik dan berziarah ke sana.
Ada yang berbeda pada makam ayahku dengan makam yang di buat dari batu nisan yang indah. Disisi
kepala, ada tonggak kayu yang sudah lama dan hanya bertulis namanya saja Jhon Nuary Ferdian dan di sebelah kiri hanya ada sebuah batu penghalang agar tanah tidak turun sedangkan di atas kuburannya tidak ada lagi bunga ataupun tanaman yang tumbuh.
Siapa yang tak sedih melihan orang yang disayanginya pergi begitu saja bahkan aku belum pernah melihat wajah mereka dan apalagi memeluk mereka, ditambah lagi dengan rasa iri hati pada makam yang lain yang di kunjungi oleh banyak kerabat saudaranya sementara makam ayahku hanya aku seorang diri,, KEMANA ORANG YANG MENGAKU SEBAGAI SAUDARA DARI AYAH DAN IBUKU, KEMANA????
PERSETAN DENGAN KALIAN SEMUA,
PERSETAN DENGAN KALIAN SEMUA,
Evolutions Backlinks ™
URL |
Code For Forum |
HTML Code |